fbpx

Cara Tepat Menyusui

ASI dikenal luas sebagai sumber nutrisi optimal untuk semua bayi. ASI mendorong perkembangan sistem kekebalan bayi dan memenuhi kebutuhan gizi bayi cukup bulan sampai sekitar enam bulan.  Menyusui mencegah bayi terkena infeksi telinga, infeksi paru-paru, atau diare. Kemampuan bayi menempelkan mulut pada payudara (latch on) adalah keterampilan penting dalam proses menyusui.

ABC untuk menyusui:

  1. Bantuan (Assistance)
    bayi perlu belajar posisi nyaman sehingga proses menyusui berjalan lancar, baik dalam kondisi langsung menyusui lewat puting ataupun bantuan dot.
  2. Air susu (breastmilk)
    Sejumlah kecil kolostrum (ASI awal) sebanyak kurang dari 1 sendok teh yang keluar dalam beberapa hari pertama, sudah memenuhi kebutuhan bayi.
  3. Kontak (Contact)
    Penelitian menunjukkan keuntungan memeluk bayi dari kulit ke kulit adalah :
    1. Membantu ibu mudah tidur.
    2. Membantu bayi belajar menyusu lebih awal.
    3. Menjaga suhu tubuh bayi yang sesuai.
    4. Meningkatkan produksi ASI.

Waktu yang tepat untuk Menyusui 

Menyusui harus dimulai beberapa jam setelah persalinan. Proses kontak kulit ke kulit di dada ibu dilakukan saat bayi istirahat atau menyusu. Sebagian besar bayi tertarik menyusu pada masa-masa ini sementara sebagian besar wanita hanya menghasilkan sedikit air susu kekuningan bernutrisi tinggi yang dibutuhkan bayi baru lahir bernama kolostrum.

 Sebagian besar kelompok nasional dan internasional merekomendasikan pemberian ASI eksklusif tanpa menggunakan susu formula bayi, makanan atau cairan lain selama enam bulan pertama, dan pemberian ASI parsial setidaknya selama 12 bulan. 

Terkadang, ibu harus terpisah dengan bayi selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari setelah melahirkan. Ibu dianjurkan tetap merangsang produksi ASI dengan cara memompa payudara segera setelah enam jam pertama melahirkan.

Apabila produksi kolostrum sedikit, banyak Ibu merasa khawatir apakah kebutuhan ASI bayi tercukupi. Sedikitnya produksi air susu di awal kelahiran merupakan hal wajar. Jumlah air susu akan meningkat dalam dua atau tiga hari seiring dengan pertambahan intensitas menyusui. Bayi biasanya kehilangan berat badan selama beberapa hari pertama kehidupan dan secara bertahap mendapatkan kembali berat badan ini dua minggu setelah melahirkan.

Posisi saat Menyusui

Ibu bisa menggunakan banyak posisi menggendong bayi saat menyusui. Tidak ada satu posisi “terbaik” untuk setiap bayi dan ibu. Posisi terbaik adalah posisi paling nyaman bagi ibu dan memungkinkan bayi menyusu dan menelan dengan mudah. Seorang wanita mungkin memiliki beberapa posisi favorit tergantung pada besar dan umur bayi, kondisi kesehatan bayi atau ibu, dan lokasi menyusui (misalnya di tempat tidur atau kursi).  

Di semua posisi, bayi tidak harus memalingkan kepalanya kepada ibu; hidung bayi harus sejajar dengan puting ibu. Memutar kepala ke segala arah membuatnya lebih sulit untuk mengkoordinasikan gerakan menyusu dan menelan, serta berpotensi membuat bayi lebih sulit menyusu dengan benar. 

Kenyamanan ibu dan bayi bisa dibantu dengan penggunaan bantal atau alat bantu menyusui (nursing supports). Selain menopang berat bayi, bangku atau sandaran dapat mencegah kelelahan di lengan, bahu dan leher ibu ketika duduk di kursi.

Bagaimana cara menggendong bayi selama menyusui? 

Ada berbagai cara menggendong bayi selama menyusui Dokter menyarankan untuk membiarkan bayi selesai menyusui di satu sisi payudara sehingga ia mendapat semua ASI dari payudara itu. Kemudian, Anda dapat melihat apakah bayi Anda ingin minum dari payudara yang lain. Anda harus mengingat payudara mana yang terakhir kali disusukan pada bayi sehingga bisa memberikan payudara lain pada proses menyusui selanjutnya. Pergantian ini penting supaya kedua payudara terus memproduksi susu.

Pegangan Cradle.

Pegangan cradle dapat dilakukan saat ibu duduk di kursi. Untuk menyusui dari payudara kiri, kepala dan tubuh bayi didukung oleh lengan kiri ibu (gambar 1). Tangan kiri ibu biasanya menopang pantat bayi atau paha bagian atas. Beberapa wanita menggunakan bantal untuk menopang lengan ini. Perut bayi harus rata di dada ibu dan kepala bayi harus sejajar dengan tubuh (tidak diputar). Tangan bebas ibu (tangan kanan dalam contoh ini) mendukung dan mengarahkan payudara ke mulut bayi yang terbuka lebar. Ibu jari di tangan yang bebas dapat diletakkan di atas areola dan payudara ditopang dengan jari yang ditangkupkan. Tempatkan tangan menjauh dari puting sehingga ibu jari dan jari-jari tidak mengganggu proses menyusu.  

Gambar 1

Pegangan Cross-cradle

Pegangan cross-cradle  dapat dilakukan saat ibu dalam posisi duduk di kursi. Apabila menyusui dari payudara kiri, kepala dan tubuh bayi didukung oleh tangan kanan dan lengan ibu. Beberapa wanita menggunakan bantal untuk menopang lengan ini (lihat gambar 2). Perut bayi harus rata di dada ibu dan kepala bayi harus sejajar dengan tubuh (tidak diputar). Tangan bebas ibu (tangan kiri dalam contoh ini) mendukung dan mengarahkan payudara ke mulut bayi yang terbuka lebar. Ibu jari di tangan yang bebas dapat diletakkan di atas areola dan payudara ditopang dengan jari yang ditangkupkan. Perhatikan penempatan tangan menjauh dari puting sehingga ibu jari dan jari-jari tidak mengganggu proses menyusu.  

Memegang dengan posisi sepak bola (Football hold) 

Posisi ini memudahkan ibu melihat bayi di payudaranya. Seringkali disukai oleh wanita yang memiliki sayatan perut setelah operasi caesar, wanita berpayudara besar, bayi kecil atau prematur. Bayi ditopang bantal ketika ibu duduk. Kepala bayi berada setinggi payudara ibu.  

Untuk menyusui dari payudara kiri, tubuh dan kaki bayi berada di bawah lengan kiri, kepala ditopang oleh tangan kiri ibu (gambar 2). Tangan bebas ibu (tangan kanan dalam contoh ini) mendukung dan mengarahkan payudara ke mulut bayi yang terbuka lebar. 

Gambar 2

Miring ke salah satu sisi  

Ibu menyusui sambil berbaring dengan cara berbaring ke salah satu sisi samping. Saat menggunakan posisi ini, tidak boleh ada tempat tidur tambahan di sekitar bayi. Berbaring ke salah satu sisi tidak dapat digunakan pada kasur air, sofa, atau kursi malas karena ini menimbulkan bahaya tersedak/kesukaran bernapas pada bayi.  

Untuk menyusui dari payudara kiri, ibu berbaring di sisi kirinya. Kepala dan tubuh bayi sejajar dengan tubuh ibu, mulut bayi dekat dan menghadap payudara kiri wanita. Ibu mungkin lebih suka memakai bantal di bawah kepalanya, dengan posisi tangan kiri di antara kepala dan bantal. Tangan bebas ibu (tangan kanan dalam contoh ini) mendukung dan mengarahkan payudara ke mulut bayi yang terbuka lebar. Ibu jari di tangan yang bebas dapat diletakkan di atas areola dan payudara ditopang dengan jari yang ditangkupkan. Tempatkan tangan menjauh dari puting sehingga ibu jari dan jari-jari tidak mengganggu proses menyusui.

Berbaring atau “menyusui biologis” (biological nursing). 

Ibu setengah bersandar dalam posisi berbaring. Lengan dan dada (torso) ditopang dengan baik. Bayi diletakkan di atas perut, di antara payudara ibu (gambar 3). Terdapat kontak kulit ke kulit seluruh tubuh antara ibu dan bayi. Bayi mungkin lebih mudah menyusu karena bayi diposisikan  aman di tubuh ibu dan refleks bayi membantu menempel lebih mudah pada puting susu. Ibu mungkin merasa tidak perlu energi ekstra menopang bayi mereka dan mengurangi kelelahan. 

Gambar 3

LATCH ON

Latch-on adalah ketika mulut bayi menempel ketat di sekitar puting susu dan areola (kulit gelap di sekitar puting susu). Latch-on yang baik membantu bayi mendapatkan kecukupan ASI serta mencegah puting susu ibu sakit dan trauma. Bahkan posisi latch-on terbaik pun, ibu bisa merasakan sedikit rasa sakit di awal menyusui. Tanda-tanda latch-on yang baik meliputi :

  • Bibir atas dan bawah harus terbuka setidaknya 120 °.
  • Bibir bawah (dan sebagian kecil bibir atas) harus dibalik kearah luar berlawanan dengan payudara (turned outward against the breast).
  • Dagu harus menyentuh payudara, sedangkan hidung harus dekat dengan payudara.
  • Pipi harus penuh.
  • Lidah harus memanjang di atas bibir bawah selama latch-on dan tetap di bawah areola selama menyusui (terlihat bibir bawah ditarik menjauh).

Ketika bayi latch-on dengan benar, ibu mungkin merasa tidak nyaman dalam 30 hingga 60 detik pertama, kemudian rasa tak nyaman mulai berkurang. Ketidaknyamanan terus menerus  menjadi pertanda latch-on tidak benar. Untuk mencegah rasa sakit lebih lanjut atau trauma puting susu, ibu harus memasukkan jari bersihnya ke mulut bayi untuk mengendorkan perlekatan mulut bayi. Posisi bayi diatur ulang dan melanjutkan menyusui. Tanda-tanda latch-on buruk meliputi :

  • Bibir atas dan bawah bersentuhan di sudut mulut.
  • Pipi cekung.
  • Suara klik terdengar, terkait dengan terhentinya menghisap.
  • Lidah tidak terlihat di bawah puting susu (jika bibir bawah tertarik ke bawah).
  • Puting keriput (creased) setelah menyusui.
  • Menyusui dan menelan

Bayi harus dapat menyusu dan menelan dengan benar untuk mengonsumsi susu dalam jumlah memadai dengan cara mendengar suara menelan bayi. Rahang bayi harus bergerak dengan cepat untuk memulai aliran ASI, dengan suara menelan setelah setiap satu atau tiga gerakan rahang. 

Gambar 4

Metode memeras ASI dengan tangan.

Pegang tangan Anda dalam bentuk c, dengan ibu jari Anda di atas. Tekan jempol Anda dengan lembut ke dada langsung, kemudian gerakkan ibu jari dan jari-jari Anda ke arah puting susu. ASI harus keluar dari puting susu. Terus lakukan ini saat Anda menggerakkan tangan di seluruh payudara (gambar 3).

FREKUENSI DAN LAMA PEMBERIAN 

Wanita didorong untuk mencoba menyusui segera setelah bayi mulai menunjukkan tanda-tanda kelaparan. Tanda-tanda awal lapar meliputi bangun, menggerakkan kepala seolah-olah sedang mencari payudara (disebut rooting), mengisap tangan, bibir, atau lidah. Sebagian besar bayi tidak menangis sampai mereka sangat lapar. Tindakan menunda proses menyusui hingga bayi menangis tidak dianjurkan.  

Bayi menyusu pada jadwal dan waktu berbeda. Misalnya, beberapa bayi selesai menyusu dalam waktu 5 menit. Bayi lain mungkin memakan waktu 20 menit atau lebih lama.

Dalam satu hingga dua minggu pertama, sebagian besar bayi akan menyusu 8 hingga 12 kali sehari. Beberapa bayi akan sering menyusu setiap 30 hingga 60 menit, sementara bayi lain harus dibangunkan dan didorong untuk menyusu. Bayi mungkin terbangun saat ganti popok atau digelitikin kakinya. Selama minggu pertama kehidupan, sebagian besar dokter mendorong orang tua untuk membangunkan bayi yang sedang tidur untuk menyusui jika empat jam telah berlalu sejak jadwal terakhir menyusui. Beberapa bayi akan sering menyusu kemudian tidur lebih lama.

Merawat bayi bisa menjadi pengalaman melelahkan. Namun, mungkin menyenangkan saat tahu bahwa proses menyusui lebih cepat dibandingkan pemberian susu formula yang membutuhkan waktu tambahan untuk membeli, menyiapkan susu formula, mencuci botol dan membersihkan puting susu.

Sebagian besar ahli merekomendasikan agar bayi diizinkan menyusui secara aktif sesuai keinginannya. Dengan kata lain, penjadwalan waktu menyusui tidak dianjurkan. Menyusui aktif berarti bayi menyusu dan menelan secara teratur.

Tidak perlu beralih sisi di tengah sesi menyusui. Mengosongkan satu payudara dengan seksama memungkinkan bayi dapat mengonsumsi susu dari bagian lebih dalam di payudara, yang memiliki kandungan lemak lebih tinggi dari susu yang tersedia pada awal sesi menyusui.

Kebanyakan bayi memberi isyarat selesai menyusui dengan cara melepaskan puting susu, mengendurkan otot-otot wajah dan tangan. Bayi berusia lebih muda dua hingga tiga bulan sering tertidur selama menyusui, bahkan sebelum mereka selesai. Ada baiknya membangunkan bayi supaya menyelesaikan proses menyusui. Setelah menyelesaikan satu payudara, tawarkan sisi lain dengan pemahaman bahwa bayi (terutama bayi yang lebih tua) mungkin tidak tertarik.

Tumbuh kembang bayi (Growth spurt)  

Wajar bagi bayi sesekali menyusu lebih sering atau lebih lama selama tahun pertama. Namun, setiap bayi berbeda, dan peningkatan nafsu makan dapat terjadi pada waktu berbeda. Orang tua didorong untuk membiarkan bayi mereka menyusu lebih sering ketika bayi masih berminat.

KECUKUPAN MENYUSUI 

Banyak orang tua mengkhawatirkan kecukupan ASI bayi sebab mereka tidak bisa melihat langsung jumlah konsumsi ASI bayi. Ada beberapa petunjuk tentang cara memperkirakan kecukupan ASI bayi.   

Pantau popok –  Catat jumlah popok basah dan kotor per hari. Banyak orang tua menyimpan catatan tertulis popok basah dan kotor pada satu atau dua minggu pertama.  

Biasanya, pada hari keempat hingga kelima setelah lahir, bayi menghabiskan setidaknya enam popok basah per hari dengan urin kuning jernih atau pucat. Apabila jumlah popok basah kurang dari enam, atau urin berwarna kuning tua atau oranye, itulah pertanda asupan tidak memadai dan harus dilaporkan ke dokter anak.

Meconium adalah feses lengket berwarna gelap yang biasanya diproduksi bayi pada beberapa hari pertama setelah kelahiran. Kotoran bayi menjadi kuning mustard kemudian coklat muda, sering dengan terlihatnya dadih susu (milk curds), pada hari keempat hingga kelima. Sebagian besar bayi buang air besar empat kali atau lebih per hari pada hari keempat.

Pantau berat badan – Penurunan berat badan bayi setelah lahir adalah hal normal. Rata-rata bayi kehilangan empat hingga lima ounces dalam beberapa hari pertama kehidupan. Bayi berhenti kehilangan berat badan pada usia lima hari dan mendapatkan kembali berat lahirnya pada usia dua minggu.  

Bayi yang kehilangan berat badan melebihi jumlah ini mungkin berisiko mengalami dehidrasi dan / atau mengalami penyakit kuning bayi baru lahir (icterus neonatorum). Jika ini terjadi, penyedia layanan kesehatan akan menentukan penyebab penurunan berat badan bayi dan apakah diperlukan suplementasi dengan ASI, susu pompa, atau susu formula bayi. 

American Academy of Pediatrics merekomendasikan bahwa semua bayi baru lahir yang menyusu dengan baik dan sehat ditimbang dan diperiksa oleh penyedia layanan kesehatan tiga sampai lima hari setelah kelahiran dan dilanjutkan lagi dua hingga tiga minggu setelah kelahiran. Hal ini memungkinkan penyedia layanan kesehatan untuk memantau tanda-tanda penyakit kuning, dehidrasi, penurunan berat badan, komplikasi lain, dan menjawab hasil pemeriksaan atas pertanyaan orang tua.

Mempertahankan persediaan ASI 

Produksi ASI didasarkan pada intensitas pengeluaran ASI. Menyusui bayi secara teratur memicu pelepasan dua hormon, prolaktin dan oksitosin. Produksi susu berkurang jika ASI tidak dikeluarkan secara teratur atau jika payudara tidak sepenuhnya dikosongkan. Selain itu, payudara cenderung menjadi tidak nyaman dan ASI keluar jika menunda menyusui.

Untuk alasan ini, wanita dianjurkan untuk menyusui bayi sesering bayi menunjukkan tanda-tanda lapar. Kebanyakan ahli merekomendasikan, bayi dibiarkan menyusu sampai selesai dengan satu sisi, kemudian beralih ke sisi lain.

PACIFIER (dot)

Orang tua sering menggunakan dot untuk menenangkan bayi walaupun penggunaan dot untuk menunda menyusui tidak diperbolehkan. Jika bayi tampak lapar, ia harus ditawari menyusu. Jika orang tua ingin menggunakan empeng, empeng sebaiknya tidak diperkenalkan sampai ASI mapan, biasanya sekitar dua minggu.  

Bagaimana saya tahu jika bayi saya mendapat cukup ASI? 

Anda dapat mengetahui kecukupan ASI bayi dengan cara :  

  • Memeriksa popok. – Pada hari ke-4 atau 5 setelah lahir, bayi harus memiliki setidaknya 6 popok basah sehari.
  • Memeriksa buang air besar. – Pada hari ke-4 setelah lahir, bayi harus 4 kali atau lebih buang air besar dalam sehari. Pada hari ke-5, buang air besar mereka harus berwarna kuning.
  • Minta bantuan dokter atau perawat untuk memeriksa apakah berat bayi Anda bertambah.

Apakah bayi saya membutuhkan makanan atau minuman lain? 

Selama 6 bulan pertama, kebanyakan bayi hanya membutuhkan ASI.  Ketika bayi berusia antara 4 dan 6 bulan, ia dapat mulai mengkonsumsi makanan dan minum lain. Tanyakan kepada dokter atau perawat Anda seputar jenis makanan serta jadwal pemberiannya. Anda dapat terus menyusui setelah bayi Anda mulai melahap makanan padat. Beberapa masalah wanita menyusui meliputi:  

  • Payudara bengkak, keras, dan nyeri.
  • Puting sakit atau pecah-pecah.
  • Infeksi payudara atau putting. 
  • Saluran susu tersumbat sehingga muncul benjolan payudara merah dan nyeri.

Bagaimana mengatasi masalah menyusui? 

Masalah menyusui ditangani dengan beragam cara. Perawatan tergantung pada jenis masalah. Misalnya, contoh tindakan pada payudara bengkak, keras, dan nyeri adalah :  

  • Gunakan tangan atau pompa payudara untuk mengeluarkan ASI.
  • Gunakan kompres es atau minum obat penghilang rasa sakit untuk mengobati rasa sakit.
  • Mandi air hangat untuk memulai aliran ASI dan biarkan susu keluar.

Bicaralah dengan dokter atau perawat jika Anda mengalami masalah  menyusui. Hampir semua masalah menyusui bisa diobati. Beberapa wanita juga merasa terbantu untuk berbicara dengan ahli menyusui yang disebut “konsultan laktasi.”

Haruskah saya menemui dokter atau perawat? 

Hubungi dokter atau perawat jika Anda memiliki:  

  • Saluran susu tersumbat yang semakin parah.
  • Demam, daerah payudara keras, merah, dan bengkak.
  • Darah keluar dari puting.
  • Nyeri selama menyusui.

Apakah saya perlu mengubah pola makan atau minum ketika menyusui?

Mungkin. Anda harus mengkonsumsi makanan sehat dan minum banyak cairan. Menyusui mungkin bisa membantu proses penurunan berat badan. Jika Anda ingin minum alkohol secara aman, bicarakan dengan dokter atau perawat.

Kapan saya harus berhenti menyusui? 

Jika memungkinkan, tetap menyusui sampai bayi berusia sekitar 1 tahun adalah ide baik. Tetapi beberapa wanita memilih untuk berhenti menyusui pada waktu berbeda untuk alasan tersendiri.

Rekomendasi dokter adalah lakukan secara bertahap bila Anda akan berhenti menyusui. Anda dapat menghentikan satu kali proses menyusui setiap 2 hingga 5 hari, atau menyusui dengan waktu lebih singkat. Hal ini membantu tubuh Anda menyesuaikan diri lebih mudah serta memberi waktu bayi untuk terbiasa menyusui lebih sedikit.

APAKAH AIR SUSU MEMENUHI SEMUA KEBUTUHAN BAYI? 

Tidak perlu memberikan susu formula, air botol, atau air glukosa kepada bayi cukup bulan yang berat badannya naik secara tepat dan memiliki cukup popok basah dan kotor. Pemberian susu formula berpotensi mengurangi suplai ASI bagi ibu, terutama jika susu formula diberikan di saat menyusui (misalnya, sebelum tidur atau di malam hari).  

Bahkan di daerah beriklim panas, orang tua tidak perlu memberikan air atau jus buah kepada bayi yang disusui sampai dia berusia kira-kira enam bulan.

Suplemen nutrisi – Suplemen vitamin atau mineral dapat direkomendasikan untuk bayi menyusui dalam waktu yang dianjurkan (full term). Suplemen nutrisi biasanya diberikan berupa cairan dengan obat tetes atau dicampur ke dalam ASI.  

Vitamin B12 – Tubuh membutuhkan sumber vitamin B12 untuk mempertahankan sel darah. Kadar vitamin B12 yang rendah dapat menyebabkan anemia, keterlambatan perkembangan, dan masalah lain. Suplemen multivitamin yang termasuk B12 direkomendasikan untuk bayi yang menyusu dari ibu vegetarian ketat (vegan). B12 tersedia di sebagian besar vitamin tetes bayi tanpa resep.  

Vitamin D – Tubuh membutuhkan vitamin D untuk menyerap kalsium dan fosfor, unsur penting dalam pembentukan tulang. Kadar vitamin D yang tidak memadai pada anak-anak dapat menyebabkan kondisi rakhitis yaitu tulang rapuh dan mudah patah.  

ASI mengandung vitamin D, meskipun biasanya tidak dalam jumlah cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi. Satu-satunya sumber vitamin D lain untuk bayi yang disusui secara eksklusif adalah sinar matahari. Namun, potensi risiko sengatan matahari lebih besar daripada potensi manfaat paparan sinar matahari, mengingat ketersediaan sumber vitamin D yang lebih aman telah tersedia.

Semua bayi yang disusui harus diberi suplemen yang mengandung 400 IU vitamin D per hari, dimulai beberapa hari setelah kelahiran.

Zat Besi – Zat besi adalah nutrisi penting untuk menghasilkan dan memelihara sel darah merah. Bayi dengan kadar zat besi rendah berisiko terhadap sejumlah masalah, termasuk jumlah darah rendah (anemia). Kekurangan zat besi juga telah dikaitkan dengan gangguan ringan pada sistem kekebalan tubuh dan keterlambatan perkembangan. ASI mengandung zat besi yang mudah diserap. Bayi menyusu secara eksklusif, prematur atau berat badan lahir rendah biasanya diberi suplemen multivitamin zat besi. Rekomendasi khusus tentang kebutuhan zat besi bayi harus didiskusikan dengan penyedia layanan kesehatan anak.

Disunting oleh: dr. Santoso, Sp.OG

RSIA Lombok Dua Dua dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID-19, memberlakukan beberapa hal penting, demi kenyamanan para pasien dan keluarga yang melahirkan di serta karyawan RSIA Lombok Dua Dua.

Kami sangat menghargai privasi Bunda, apabila bunda ingin bertanya secara pribadi kepada kami, silahkan menghubungi kami via WA di +62 813 3175 7122 atau dengan menekan tombol ini.

Ingin mendapatkan update harian dari kami? Bunda bisa follow Instagram kami di @lombokduadua, atau dengan menekan tombol ini.