fbpx

Fakta Tentang Menyusui

Menyusui secara universal diakui sebagai cara terbaik untuk memberi makan bayi karena melindungi ibu dan bayi dari berbagai masalah kesehatan. Meski begitu, banyak wanita mulai berhenti menyusui sebelum memenuhi jangka waktu minimum pemberian ASI eksklusif yang direkomendasikan yaitu minimal selama enam bulan. Seringkali wanita berhenti menyusui karena suatu masalah mengganggu kemampuan menyusui mereka tapi masalah – masalah ini dapat ditanggulangi sehingga wanita dapat menyusui.

ASUPAN AIR SUSU TIDAK MEMADAI

Alasan paling umum wanita berhenti menyusui adalah mereka berpikir bayi tidak mendapatkan cukup pasokan susu, tetapi dalam banyak kasus ibu justru cukup memiliki pasokan air susu. Pasokan ASI tidak memadai bisa saja terjadi jika bayi tidak dapat mengekstrak air susu dengan baik atau jika ibu tidak cukup menghasilkan air susu. 

Produksi susu yang tidak memadai.

Ada sejumlah alasan mengapa seorang ibu mungkin tidak memproduksi cukup susu :

  • Payudara tidak berkembang cukup selama kehamilan. Hal ini terjadi jika dia tidak memiliki cukup jaringan penghasil susu (disebut jaringan kelenjar susu)
  • Sebelumnya menjalani operasi payudara atau pengobatan radiasi.
  • Adanya ketidak seimbangan hormon.
  • Minum obat-obatan tertentu yang mengganggu produksi ASI.

Wanita yang telah menjalani operasi payudara, operasi pembesaran payudara atau pengurangan payudara, sering memiliki kesulitan membuat cukup air susu. Jika Anda menjalani operasi payudara, tanyakan kepada dokter, apakah jenis operasi itu akan mengganggu proses menyusui atau tidak.

Kurangnya ekstraksi air susu   

Alasan paling umum bayi kesulitan mendapatkan cukup ASI adalah :

  • Bayi tidak menyusu cukup sering (menyebabkan produksi susu terlambat atau berhenti).
  • Bayi tidak bisa menempel dengan baik pada payudara ibu.
  • Bayi dipisahkan terlalu lama dari ibu mereka.
  • Bayi diberi susu formula.

Banyak bayi mengantuk dan sulit terjaga selama beberapa hari pertama setelah kelahiran sehingga asupan ASI berkurang, sedangkan bayi lain kesulitan mengendalikan otot-otot yang terlibat dalam proses menyusui sehingga mereka sulit mengekstraksi ASI. Kesulitan menyusu  juga sering terjadi pada bayi prematur. Banyak ibu menilai kecukupan menyusu dengan  berkurangnya tangisan bayi. Hal ini kurang tepat. Bisa saja bayi tidak mendapatkan ASI yang cukup karena terlalu mengantuk.

Diagnosis asupan yang tidak memadai

Penyedia layanan kesehatan menentukan apakah bayi mendapatkan cukup susu atau tidak berdasarkan pada data berikut:

  • Laporan menyusu ibu (berapa kali/hari)- Selama minggu pertama kehidupan, ibu dengan bayi cukup bulan umumnya menyusu 8 sampai 12 kali dalam 24 jam. Setelah empat minggu setelah melahirkan, intensitas menyusui biasanya menurun ke tujuh sampai sembilan kali per hari.
  • Jumlah urin dan tinja bayi – Pada hari kelima kehidupan, bayi cukup ASI buang air kecil enam sampai delapan kali sehari dan tiga kali atau lebih buang air besar dalam sehari (Setelah bayi minum ASI, tinja bayi berwarna pucat kuning dan keruh/seedy).
  • Berat bayi – Penurunan berat bayi rata-rata 7 persen dari berat lahir dalam tiga sampai lima hari kehidupan. Biasanya kembali ke berat lahir dalam waktu satu sampai dua minggu. Setelah payudara ibu terisi ASI (pada hari ke-3 atau ke-5), bayi tidak harus terus kehilangan berat badan. Jika bayi telah kehilangan 10 persen dari berat atau gagal untuk kembali ke berat lahir, dokter atau perawat mulai mencari potensi masalah. Timbangan rumah tangga tidak cukup akurat untuk mendeteksi perbedaan berat badan yang kecil. Jika Anda menggunakan skala medis untuk bayi, ingatlah untuk menimbang bayi dengan pakaian dan popok yang sama sebelum dan setelah makan.

Manajemen asupan yang tidak memadai

Dokter akan mencari tahu penyebab jika dokter mencurigai bayi Anda tidak mendapatkan cukup ASI. Dokter akan menanyakan pengalaman menyusui Anda, sekitar Anda dan riwayat kesehatan bayi. Perlu dilihat pula cara Anda menyusui untuk mencari tahu apakah mungkin ada yang salah dengan menempelnya mulut bayi pada puting susu. Penting bagi Anda untuk belajar bagaimana mengatur posisi bayi Anda sehingga mulut bayi dapat menempel dengan baik. Dapat dicoba cara lain yaitu memberikan minum lebih sering atau mencoba untuk merangsang produksi susu lain dengan pompa payudara atau manual tangan.

Obat galactagogues (atau lactagogues) konon dapat meningkatkan produksi susu, tetapi tidak jelas apakah obat ini benar-benar bekerja dan apakah aman untuk bayi menyusui, jadi tidak disarankan penggunaannya.

Nyeri Puting Payudara

Alasan kedua penyebab paling umum ibu berhenti menyusui dini adalah puting atau payudara sakit. Salah satu masalah umum adalah bahwa bayi tidak menempel dengan benar sehingga melukai puting, tidak mengosongkan payudara yang pada gilirannya dapat menyebabkan pembengkakan dan infeksi payudara.

Beberapa nyeri puting selama menit pertama setiap sesi menyusui adalah normal. Nyeri puting dapat berlangsung selama menyusui. Hal ini disebabkan oleh retak puting, lecet, atau memar. Nyeri akibat cedera puting harus dibedakan dari sensitivitas puting, yang biasanya meningkat selama kehamilan dan puncaknya sekitar empat hari setelah melahirkan.

Penyebab puting dan nyeri payudara meliputi :

  • Cedera puting susu (disebabkan oleh bayi atau pompa payudara).
  • Pembesaran payudara, yang berarti payudara terlalu penuh.
  • Saluran susu tersumbat.
  • Infeksi payudara dan puting susu
  • Pasokan susu berlebihan.
  • Penyakit kulit (seperti dermatitis atau psoriasis).
  • Putting susu vasokonstriksi yaitu penyempitan pembuluh darah di puting dan aliran darah kurang lancar.
  • Ankyloglossia (juga disebut lidah-dasi). Lidah bayi tidak bisa bergerak bebas sebagaimana mestinya sehingga bayi sulit menyusu secara efektif.
  • Leher bayi terpuntir sehingga bayi sulit menyusu dari kedua payudara dengan nyaman.
  • Cacat lahir dalam bentuk mulut bayi yang membuat bayi sulit menempel.
  • Tidak ada koordinasi gerakan mengisap. Ritme gerakan hisap lidah bayi tidak benar.

Anda bisa mencoba pengobatan seperti berikut :

  • Jika puting pecah-pecah atau mentah, cobalah salep lanolin. Jangan gunakan vitamin E atau madu pada puting karena berbahaya untuk bayi.
  • Tempelkan kain dingin atau hangat pada puting susu Anda.
  • Beri pereda nyeri ringan, seperti acetaminophen atau ibuprofen.
  • Pakailah bantalan payudara (breast pad) saat menyusui untuk melindungi puting.
  • Jika bayi menggigit Anda, posisikan bayi sampai mulutnya terbuka lebar saat menyusui. Posisi ini mempersulit bayi untuk menggigit. Bisa juga, Anda meletakkan jari Anda di antara puting dan mulut bayi setiap kali dia menggigit dan Anda tegas mengatakan “tidak.” Kemudian letakkan bayi Anda di sebuah tempat aman. Bayi akan belajar untuk tidak menggigit Anda.

Anda bisa membedakan antara sensitivitas puting normal dan rasa sakit yang disebabkan oleh cedera puting pada saat hal itu terjadi kemudian dilihat bagaimana perubahannya dari waktu ke waktu. Sensitivitas normal biasanya reda 30 detik setelah menyusui dimulai. Berkurang pada hari keempat setelah melahirkan dan hilang saat bayi berusia sekitar seminggu. Nyeri puting disebabkan oleh trauma. Di sisi lain, nyeri puting tetap berlangsung atau memburuk setelah menyusui dimulai. Kemungkinan besar cedera puting apabila sakit parah atau sakit berlanjut setelah minggu pertama setelah melahirkan.

Photo courtesy by: JP Yang

Sensitivitas puting yang normal

Jika ada ketidaknyamanan yang terkait dengan sensitivitas puting seperti sensasi “kesemutan” saat pengeluaran air susu, biasanya hilang setelah beberapa saat di awal menyusui, dan berhenti setelah minggu pertama atau kedua. Jika diperlukan, Anda dapat mengambil acetaminophen untuk meringankan ketidaknyamanan Anda.

Cedera puting

Cedera puting biasanya terjadi karena kesalahan teknik menyusui, posisi menyusui tidak tepat atau mulut bayi tidak tepat menempel pada payudara (latch on). Faktor lain penyebab rasa sakit akibat cidera termasuk membersihkan payudara dengan keras, penggunaan produk yang berpotensi menyebabkan iritasi, dan gigitan bayi yang lebih tua.

Berikut adalah beberapa hal pencegahan cedera puting:

  • Pelajari bagaimana posisi bayi Anda sehingga bayi dapat menempel dengan baik
  • Cobalah untuk menjaga puting tetap kering dengan bantuan udara setelah menyusui.
  • Jangan menggunakan sabun keras atau pembersih pada payudara.
  • Hindari penggunaan berlebihan bantalan payudara berbahan dasar plastik.
  • Jika mulut bayi Anda memiliki kelainan, pastikan untuk ditangani sesegera mungkin. Misalnya, jika bayi Anda memiliki lidah-dasi, operasi untuk melepaskan lidah akan membuat lebih mudah bagi bayi untuk latch dengan benar.
  • Jika bayi menggigit Anda, posisikan mulut bayi terbuka lebar saat menyusui sehingga bayi sulit menggigit. Letakkan jari Anda di antara puting dan mulut bayi setiap kali dia menggigit dan tegas mengatakan “tidak.” Kemudian letakkan bayi di tempat aman. Bayi akan belajar untuk tidak menggigit Anda.

Berikut ini adalah beberapa langkah penyembuhan jika puting Anda sudah terluka:

  • Selalu mulai menyusui dengan payudara yang tidak memiliki cedera.
  • Jika puting pecah-pecah atau mentah, dapat dilakukan pijat payudara atau memberi salep lanolin (jika tidak alergi) dan ditutup pad anti lengket untuk menjaga bagian puting yang cedera menempel pada bra. Periksakan diri apabila ada infeksi atau ruam.
  • Gunakan kompres hangat atau dingin. Hindari kompres menggunakan es.
  • Ambil pereda nyeri ringan, seperti acetaminophen atau ibuprofen, sebelum makan.
  • Jika rasa sakit puting menyebabkan bayi tidak bisa mengosongkan payudara Anda, cobalah menggunakan pompa atau peras ASI dengan tangan. Tindakan ini memberikan puting kesempatan sembuh serta mencegah pembengkakan payudara.
  • Jangan menggunakan minyak vitamin E pada puting  sebab bisa meracuni bayi

Vasokonstriksi puting/Perubahan warna puting

Vasokonstriksi puting atau penyempitan pembuluh darah di puting yang mengganggu aliran darah. Ibu pemilik masalah ini akan merasa sakit, terbakar, atau mati rasa pada bagian puting sebagai respons terhadap dingin, menyusui, atau cedera. Puting bisa menjadi putih atau biru kemudian merah muda saat darah kembali.

Untuk pengobatan vasokonstriksi puting, cobalah menghangatkan seluruh tubuh dan berpakaian hangat. Jika memungkinkan, cobalah menyusui dalam kondisi hangat.

Langkah pengobatan sebagai berikut :

  • Naikkan suhu kamar dan memakai pakaian hangat.
  • Letakkan kain hangat di payudara sebelum dan sesudah menyusui.
  • Berhenti merokok (merokok dapat memperburuk masalah ini).
  • Hindari minuman dan makanan yang mengandung kafein (kafein dapat memperburuk kondisi).
  • Berhenti minum obat-obatan yang menyebabkan pembuluh darah menyempit (minumlah obat sesuai resep dokter).

Pembengkakan

Pembengkakan adalah istilah medis untuk payudara yang terlalu penuh susu. Hal ini menyebabkan payudara terasa penuh, keras serta sakit/nyeri. Pembengkakan terkadang mengganggu kemampuan menyusu/latch bayi dimana hal ini memperparah pembengkakan karena bayi tidak bisa mengosongkan payudara.

Berikut adalah beberapa cara pencegahan dan penanganan pembengkakan :

  • Atur posisi bayi sehingga mulut bayi dapat menempel dengan baik . 
  • Jika pembengkakan mempersulit bayi menyusu, peras ASI secara manual hingga sejumlah kecil ASI keluar sebelum menyusui untuk melunakkan areola sehingga mempermudah bayi untuk menempel. Untuk melakukan hal ini, tempatkan ibu jari dan jari telunjuk jauh di belakang areola (dekat dengan dada) kemudian peras air susu bersama-sama ke arah puting susu secara berirama. Juga bisa menggunakan tangan untuk memposisikan puting supaya lebih mudah menyusui dan membantu keluarnya air susu.
  • Dapat digunakan pompa payudara untuk membantu melembutkan payudara sebelum menyusui tapi tidak berlebihan. Penggunaan pompa berlebih mampu merangsang payudara memproduksi lebih banyak susu, yang akan membuat pembengkakan semakin parah.
  • Pakailah kompres hangat atau mandi hangat sebelum menyusui. Pengeluaran air susu akan meningkat sehingga mempermudah keluarnya air susu.
  • Ambil pereda nyeri ringan, seperti acetaminophen atau ibuprofen.

Satu-satunya cara ampuh menangani pembengkakan adalah mengeluarkan susu dengan tangan atau pompa payudara. Tapi jangan biarkan terlalu banyak susu keluar atau memompa lebih dari 2 sampai 5 menit. Memompa terlalu lama atau mengeluarkan terlalu banyak susu membuat pembengkakan lebih parah.

Anda dapat mencoba pengobatan berikut untuk mengurangi rasa sakit :

  • Gunakan kompres dingin.
  • Mandi air hangat.
  • Pijat lembut payudara Anda untuk melancarkan aliran susu.

Pembuntuan saluran kelenjar susu

Saluran kelenjar susu yang buntu menyebabkan nyeri serta pembengkakan. Puting buntu ditandai dengan titik putih atau bleb pada ujung puting. Penyebab penyumbatan saluran susu adalah teknik menyusui salah, memakai pakaian ketat atau bra yang tidak pas, penghentian mendadak proses menyusui, pembengkakan, dan infeksi.

Berikut adalah beberapa langkah pencegahan dan penanganan :

  • Pelajari bagaimana posisi menyusui sehingga bayi menempel dengan baik. Pastikan mencoba beragam posisi saat menyusui sehingga setiap bagian dari payudara bisa dikosongkan. Dapat dicoba untuk memposisikan bayi sehingga dagu dekat dengan daerah yang tersumbat. Posisi ini membantu pengosongan. Juga dapat mencoba memompa atau memeras manual setelah menyusui untuk meningkatkan pengeluaran total. Jangan berhenti menyusui karena bisa menyebabkan pembengkakan dan memperburuk masalah.
  • Coba gunakan kompres hangat atau mandi air hangat kemudian pijat manual payudara dari bagian luar payudara ke arah puting susu untuk membuka penyumbatan. Pijatan menuju puting atau ke arah dalam yang berlawanan untuk membersihkan saluran.
  • Minum pereda nyeri ringan, seperti acetaminophen atau ibuprofen.
  • Jika penyumbatan tidak membaik dalam waktu dua hari, mintalah bantuan petugas kesehatan, atau mungkin memerlukan penanganan tambahan.
  • Cobalah sering menyusui jika saluran susu tersumbat. Pastikan bayi mengosongkan payudara selama menyusui. Mulailah dengan payudara yang memiliki saluran susu tersumbat, dan gunakan posisi menyusui yang berbeda-beda.

Galactocele

Terkadang, saluran susu tersumbat dapat menyebabkan kista susu penuh disebut Galaktokel. Selain bisa terinfeksi, galactoceles biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi bisa membesar. Jika perlu, penyedia layanan kesehatan dapat membersihkan Galaktokel menggunakan jarum, atau menyarankan operasi jika masalah parah.

INFEKSI PAYUDARA

Lactational mastitis

Mastitis adalah peradangan payudara yang sering dikaitkan dengan demam (mungkin tertutup oleh obat sakit), nyeri otot, nyeri payudara, serta kemerahan. Peradangan ini tidak selalu disebabkan oleh infeksi, tetapi kebanyakan orang mengasosiasikannya dengan infeksi. Mastitis dapat terjadi kapan saja selama menyusui, tetapi paling umum terjadi selama enam minggu pertama setelah melahirkan.

Mastitis cenderung terjadi jika puting mengalami cedera atau payudara tetap membesar terlalu lama atau tidak dikosongkan dengan baik. Penting memperhatikan kondisi ini untuk mencegah dan mengobati mastitis.

Segera meminta bantuan dokter jika didapatkan salah satu dari gejala berikut :

  • Ada bagian payudara yang keras, merah, dan nyeri.
  • Demam tinggi lebih dari 101˚F atau 38.5C.
  • Otot sakit, menggigil, malaise, atau gejala seperti flu.

Dokter akan memberikan antibiotik bila ada infeksi. Tidak perlu berhenti menyusui jika terjadi mastitis.

Berikut adalah langkah penyembuhan mastitis:

  • Minum antibiotik sesuai anjuran dokter. Apabila kondisi tidak membaik dalam waktu dua sampai tiga hari, segera hubungi dokter. Mungkin diperlukan antibiotik atau masalah lain yang berbeda.
  • Lanjutkan menyusui dengan teknik benar sehingga payudara dikosongkan dengan baik.
  • Ambil pereda nyeri ringan, seperti acetaminophen atau ibuprofen.
  • Beri kompres dingin atau kompres es.
  • Pijat payudara selama menyusui.
  • Gunakan pompa payudara untuk mengosongkan payudara setelah menyusui.

Infeksi jamur

Banyak wanita menyusui didiagnosis infeksi jamur pada puting atau payudara (juga disebut infeksi candida) berdasarkan gejala nyeri puting. Para peneliti belum menemukan penyebab infeksi jamur pada puting atau payudara.

Untuk saat ini, penyedia layanan kesehatan sering mendiagnosa infeksi jamur pada wanita yang memiliki:

  • Nyeri payudara tanpa diketahui penyebabnya.
  • Riwayat infeksi jamur vagina atau bayi dengan riwayat infeksi ragi seperti sariawan atau ruam popok.
  • Kulit berlapis dan mengkilap pada puting yang terkena infeksi.
  • Kerokan kulit dari puting atau areola, tes positif untuk ragi.

Langkah – langkah perawatan termasuk:

  • Antijamur topikal – Antijamur topikal krim atau gel yang mengandung obat yang disebut antijamur pembunuh ragi. Wanita harus menghilangkan obat yang tersisa dari puting mereka sebelum menyusui lantas dioleskan lagi setelah menyusui. Salep antijamur tidak dianjurkan. Kandungan parafinnya berbahaya bagi bayi.
  • Gentian violet – 0,25-1% adalah obat ungu yang dipakai sebelum menyusui. Setelah menyusui, dapat diberi gentian violet untuk setiap daerah puting dan areola yang belum ungu. Tindakan ini dilakukan sekali sehari selama tiga sampai empat hari. Gentian violet sedikit kotor (biru) kadang-kadang dapat mengiritasi mulut bayi atau daerah puting, tetapi efektif.
  • Pil antijamur – Apabila kondisi ibu tidak membaik maka dapat diberikan pil antijamur. Menyusui terus berlanjut karena kandungan obat sedikit di dalam ASI sehingga tetap aman.

Perdarahan puting susu

Beberapa wanita mengalam puting berdarah berhari-hari dalam minggu pertama proses laktasi. Biasanya terjadi pada kehamilan pertama dan disebut sindrom pipa berkarat. Diduga penyebabnya adalah meningkatnya aliran darah ke payudara ketika ibu mulai memproduksi air susu. Warna susu bervariasi dari merah muda menjadi merah dan umumnya sembuh dalam beberapa hari. Wanita yang memiliki puting berdarah selama lebih dari seminggu harus diperiksa dokter.

Pasokan ASI berlebihan

Beberapa proses menyusui menjadi sulit akibat produksi air susu terlalu banyak. Umumnya, produksi susu ditentukan oleh permintaan bayi, tetapi dalam kasus ini pasokan melebihi permintaan. Masalah ini bisa muncul di kalangan wanita pada awal laktasi anak pertama.

Pada wanita dengan kelebihan pasokan susu, pengeluaran air susu yang cepat dan kuat dapat menyebabkan bayi tersedak, batuk serta kesulitan menyusu, bahkan menggigit untuk menjepit puting. Berat badan ibu pun bisa bertambah dengan cepat atau terlalu sedikit. Hal ini disebabkan karena mereka tidak dapat menangani aliran susu yang kuat, atau karena mereka tidak mendapatkan bagian akhir dari ASI, yang memiliki banyak kalori. Masalah ini  biasanya hilang sendiri. Tapi dokter bisa memeriksa apakah ibu memiliki ketidakseimbangan hormon atau konsumsi obat yang bisa membuat masalah lebih buruk.

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menangani kelebihan pasokan susu :

  • Menyusui dalam posisi tegak – Tahan bayi tegak untuk menyusui dan kembali bersandar atau berbaring di sisi ibu. Bayi akan lebih mudah mengontrol aliran air susu.
  • Gunakan jari untuk mengurangi aliran susu – Cobalah meletakkan tangan pada posisi seperti gunting pada areola atau menekan payudara dengan pangkal telapak tangan Anda untuk membatasi aliran.
  • Awasi bayi – Biarkan bayi berhenti menyusu dan bersendawa.
  • Pompa sedikit atau tidak sama sekali – Hindari memompa, karena dapat merangsang produksi ASI lebih banyak, tapi dapat memompa dengan pompa tangan kecil di awal menyusui untuk meringankan tekanan.
  • Kompres puting dengan air dingin atau es untuk menurunkan kebocoran.

Haruskah saya menemui dokter atau perawat?

Hubungi dokter atau perawat jika dijumpai masalah menyusui seperti berikut :

  • Pembuntuan saluran susu tidak membaik setelah 3 hari.
  • Area payudara keras, merah, dan bengkak.
  • Darah keluar dari puting.
  • Nyeri berlangsung selama sesi menyusui.

Disunting oleh: dr. Santoso, Sp.OG

RSIA Lombok Dua Dua dalam rangka meningkatkan kewaspadaan terhadap COVID-19, memberlakukan beberapa hal penting, demi kenyamanan para pasien dan keluarga yang melahirkan di serta karyawan RSIA Lombok Dua Dua.

Kami sangat menghargai privasi Bunda, apabila bunda ingin bertanya secara pribadi kepada kami, silahkan menghubungi kami via WA di +62 813 3175 7122 atau dengan menekan tombol ini.

Ingin mendapatkan update harian dari kami? Bunda bisa follow Instagram kami di @lombokduadua, atau dengan menekan tombol ini.